Monday, October 22, 2012
PUJIAN IMAM ASH SHON'ANI, PENYUSUN KITAB SUBULUS SALAM KEPADA SAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB
Saturday, October 20, 2012
Pujian Asy Syaukani terhadap Muhammad bin Abdul Wahab. Benarkah?
Posted by : Abi Awadh Naufal
beliau lahir 172 -250. Ini menurut sumber ahlu bid'ah yang beralamatkan di :
http://arifcahyadiblog.blogspot.com/2012/03/biografi-singkat-imam-asy-syaukani.html
http://jacksite.wordpress.com/2010/10/06/imam-asy-syaukani/
http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/04/imam-asy-syaukani/
http://al-quranhaditsonline.blogspot.com/2010/12/ulama-lain-yang-masyhur-di-zamannya_01.html
namun anehnya, kemudian mereka mengatakan bahwa asy-syaukani yang wafat pada tahun 250 Hijriyah memuji Muhammad bin Abdul wahab yang lahir tahun 1115 H. aneh kan?
Keanehan ini dapat anda lihat di :
http://salafonfacebook.blogspot.com/2012/08/ulama-sejagad-membela-syaikh-muhammad.html
http://abufakhry.tumblr.com/post/32256061316/thread-ini-saya-angkat-untuk-membongkar-kedustaan
http://saudi-tauhid-sunnah.blogspot.com/2012/08/ulama-sejagad-membela-syaikh-muhammad.html
(yang terakhir adalah blog ustadz firanda, sarjana s2 yang kini menempuh s3 di sebuah tempat di arab)
Di sana tertulis pujian Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani (Penulis Kitab Nailul Authar, Yaman) terhadap syaikh muhammad bin abdul wahab
Ketika sampai berita kematian Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah pun merangkai bait-bait syairnya,
"Telah wafat tonggak ilmu dan pusat kemuliaan,
Rujukan utama orang-orang pilihan yang mulia.
Ilmu-ilmu agama nyaris hilang bersama wafatnya,
Wajah kebenaran pun hampir lenyap tertelan derasnya arus sungai."
……..
bingung???
Pasti..!!
Sebenarnya tahun berapa Imam Asy Syaukani wafat?
Ada beberapa sumber dengan informasi yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan beliau wafat tahun 1250 H, 1251 H serta ada juga yang menyatakan tahun 1255 Hijiriyah
Perbedaan-perbedaan tersebut sangatlah wajar, mengingat perbedaan tersebut tidak terlalu mencolok. Namun, bila perbedaan terpaut hingga seribu tahun (250 – 1250) ada beberapa kejanggalan yang perlu diteliti ulang
Pertama, bisa jadi keempat sumber di atas menyajikan berita dengan metode co-pas
Kedua, sengaja dibuat demikian untuk mengkaburkan fakta
Dengan demikian, pujian Asy-Syaukani terhadap muhammad bin abdul wahab perlu diragukan kebenarannya
Ternyata apa yang dikatakan oleh Asy-Syaukani dalam kitabAd Dawa'ul Ajil fi Daf'il Aduwwis So'il X cetakan Maktabah As Sunnah Al Muhammadiyah ditahqiq oleh Syaikh Hamid Al Al Faqqi halaman 53 sangat bertentangan dengan kebohongan Ahli bid'ah dholalah wahabiyah
Berikut kutipannya :
قال الشوكاني في ( الدواء العاجل في دفع العدو الصائل ) ط مكتبة السنة المحمدية بتحقيق حامد الفقي ص53 ما صورته :
.. فكرت في ليلة من الليالي في هذه الفتن التي قد نزلت بأطراف هذا القطر اليمني …….(إلى أن قال ):
هذا حال من هو بعيد عنها لم تطحنه بكلكلها ، ولا وطئته بأخفافها ، وأما من قد وفدت عليه وقدمت إليه ، وخبطته بأشواظها ، وطوته بأنيابها ، وأناخت وقرت بناحيته كالقطر اليماني وما جاوره فيالله كم من بحار دم أريقت !!! ومن نفوس أزهقت !!! ومن محارم هتكت !!! ومن أموال أبيحت !!! ومن قرى ومدائن طاحت بها الدوائح ، وصاحت عليها الصوائح بعد أن تعطلت وناحت بعرصاتها المقفرات النوائح ، فلما تصورت هذه الفتنة أكمل تصور ، وإن كانت متقررة عند كل أحد أكمل التقرر ، ضاق ذهني عن تصورها ، فانقلبت إلى النظر في الأسباب الموجبة لنـزول المحن وحلول النقم ، من ساكني هذا القطر اليمني على العموم … )) اهـ .
Penjelasan Asy Syaukani di atas menggambarkan kegelisahan beliau, andai fitnah muhammad bin abdul wahab melanda Yaman, betapa banyak darah tertumpahkan, harta yang dirampok, dan hak-hak manusia yang dirampas
Penutup
Demikianlah kebohongan yang terus menerus dilakukan para ahli bid'ah dholalah. Kebohongan yang dilakukan oleh seseorang bukannya diperingatkan, tapi malah di copas oleh teman-temannya dan disebarkan untuk menipu kaum muslimin
Sesungguhnya syaithon telah menghiasi keburukan mereka agar tampak baik
Wallahu a'lam
Semoga kita senantiasa istiqomah dalam manhaj salaf, berpegang teguh pada sunnah nabawiyah serta selalu tegar dalam menghadang ahli bid'ah dholalah
Salam Pembela Sunnah..!
Friday, October 19, 2012
AJARAN CONDROSENGKOLO
- Pada Menara Kudus tertulis Candrasengkala Gapura Rusak Ewahing Jagad yang menggambarkan kondisi sosial-politik Kerajaan Demak yang kacau ketika itu yaitu tahun 1609
- Lambang kraton Yogya –> "DWI NAGA RASA TUNGGAL" melambangkan tahun 1682.
- Kabupaten Banyumas –> "BEKTINING MANGGALA TUMATANING PRAJA" melambangkan tahun 1582
- Kabupaten Sleman —> "RASA MANUNGGAL HANGGATRA NEGARA" melambangkan tahun 1916 (Masehi)
- Kabupaten Sleman —> "ANGGATA CATUR SALIRA TUNGGAL" melambangkan tahun 1846 (tahun Jawa)
- Kabupaten Pati —> "KRIDANING PANEMBAH GEBYARING BUMI" melambangkan tahun 1323
Kembali pada Al-Qur’an dan As-Sunnah
Monday, October 15, 2012
Mencintai Keluarga Nabi Sesuai Al Qur'an dan Sunnah
Mencintai Keluarga Nabi Sesuai Al Qur'an dan Sunnah, Tanpa Bid'ah
Siapakah habaib?
Mereka adalah anak cucu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dari keturunan Fathimah dan Ali radhiyallahu anhuma
Berkata Al Allamah Al Imam Abdullah bin Alwi al Haddad
فهم الكثير الطيب المدعو لهم ** من جدهم حين الزفاف الا تعي
بيت النبوة والشهامة والهدى **والعلم في الماضي وفي المتوقع
قوم يغاث بهم اذا حل البلا * * ولدى المساغب كالغيوث الهمع
Merekalah anak cucu yang banyak lagi diberkahi, dari (do'a) datuk mereka shallallahu 'alaihi wasallam ketika malam pengantin (Fathimah dan Ali). Tidakkah kau tahu itu?
Rumah kenabian, kepandaian dan petunjuk
Tempat (sumber) ilmu baik di masa lalu maupun masa yang akan datang
Merekalah orang-orang tempat meminta pertolongan kepada Allah, bila bencana melanda
Maka pertolongan pun turun laksana hujan yang mengguyur
Telah banyak ayat-ayat Al Qur'an dan hadits yang memerintahkan kita untuk mencintai anak cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Kisah Hikmah : Abu Sufyan bin Harb mendapat hidayah karena pembelaannya terhadap keluarga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : " لَطَمَ أَبُو جَهْلٍ فَاطِمَةَ بِنْتَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَشَكَتْ إِلَى أَبِيهَا ، فَقَالَ : ائْتِي أَبَا سُفْيَانَ ، فَأَتَتْهُ فَأَخْبَرَتْهُ فَأَخَذَ بِيَدِهَا وَقَامَ مَعَهَا حَتَّى وَقَفَ عَلَى أَبِي جَهْلٍ ، وَقَالَ لَهَا : الْطِمِيهِ كَمَا لَطَمَكِ ، فَفَعَلَتْ فَجَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَأَخْبَرَتْهُ فَرَفَعَ يَدَيْهِ ، وَقَالَ : اللَّهُمَّ لا تُنْسِهَا لأَبِي سُفْيَانَ " ، قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ : مَا شَكَكْتُ أَنْ كَانَ إِسْلامُهُ إِلا لِدَعْوَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Abdullah bin Abbas berkata," Pernah Abu Jahal menempeleng Fathimah, putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Fathimah pun mengadu kepada ayahandanya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Datanglah kepada Abu Sufyan!
Fathimah radhiyallahu anha mendatangi Abu Sufyan (ketika itu masih kafir) dan menceritakan perihal perlakuan kasar Abu Jahal terhadap dirinya
Seketika itu juga, Abu Sufyan bangkit. Diajaknya Fathimah mendatangi Abu Jahal
Begitu sampai di hadapan Abu Jahal, Abu Sufyan berkata : Pukul dia sebagaimana dia telah memukulmu. Fathimah pun memukulnya
(Abu Jahal tak berani berbuat apa-apa sama sekali, karena takut pada Abu Sufyan)
Kemudian Fathimah menceritakan apa yang dialaminya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
Beliau pun mengangkat tangannya seraya berdo'a : Ya Allah, Jangan Engkau lupakan apa yang telah dilakukan Abu Sufyan ini
Ibn abbas berkata, "Tak kuragukan bahwa Islamnya Abu Sufyan tidak lain adalah karena do'a Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ini"
Wallahu a'lam bish showab
Semoga kita senantiasa tegar di atas sunnah, selalu konsisten dalam manhaj salaf dan senantiasa diberikan kekuatan dalam menghadang ahli bid'ah dholalah. amin
Friday, October 12, 2012
(Mengungkap syirik para kuburiyyun)
SEPUTAR ILMU MEMANGGIL ARWAH
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarganya, shahabatnya
serta orang-orang yang mengikuti petunjuknya.
Sungguh telah tersebar ditengah masyarakat, baik masyarakat penulis
maupun masyarakat bukan penulis, satu ilmu yang dinamakan ilmu
memanggil roh. Mereka mengaku bisa memanggil roh orang-orang mati
dengan cara yang ditemukan oleh para tukang sihir
Syaikh Bin Baz juga berkata : Terkadang roh-roh yang mereka panggil
ini adalah syetan yang menemani orang mati yang dipanggil rohnya
Beliau wafat pada hari Kamis, 27 Muharram 1420 H / 13 Mei 1999 M
4861 hari setelah beliau wafat, …..
ibnuromin@ymail.com berkata:
1 September 2012 pada 5:52 pm
Subhaanallooh…
Wahai Syaikh yg mulia…Pembela dan penegak Assunnah selamanya
Semoga lisan-lisan yg menjelek-jelekkan dirimu di negeri ini dari
kalangan Quburiyyun, shufi khobaits dan yg sejenisnya…Semoga Alloh
berikan kpd mereka pemahaman ttg kebenaran Islam yg bersesuaian dg
manhaj salaf ahlussunnah waljama'ah agar selamat amalan dan keyakinan
mereka agar di TELAGA AL-HAUDH nanti mereka tidak terusir oleh
Rosulullohi Sholallohu 'aAlaihi wasallam….
Wallohul musta'aan..
Demikian Abi Awadh Naufal melaporkan hasil kunjungannya ke :
http://nasihatonline.wordpress.com/2010/07/04/155/
Wednesday, September 5, 2012
Tatacara Berwudlu
Sebelum lebih lanjut membahas tata cara berwudhu, lebih dahulu hendaknya perlu diketahui bahwa tata cara berwudhu itu terbagi menjadi :
Inti wudhu (Arkan/Wajib
Adab atau tata karma Wudhu (Sunnah/Mandub)
Sengaja kami tidak membahas terlalu panjang mana yang wajib dan mana yang sunnah dulu, pada intinya apa yang akan kami tulis adalah sebuah rangkaian tata cara berwudhu baik dalam kesunnahan dan wajibnya.
Adapun tata cara berwudhu itu sangat banyak, saya hanya akan menuqil sebagian sedikit dari kitab Bidayatul Hidayah saja untuk lebih meringkas halaman sebagi berikut:
<!--more-->
Pertama tama setelah selesai Istinjak atau membersihkan diri dari Najis, jangan tinggalkan untuk bersiwak atau sikat gigi. Sebab hanya dengan bersiwak itu bias mendapatkan beberapa manfa'at antara lain: membersihkan mulut, diridhoi Allah, dan shalat dengan bersiwak lebih dulu itu melipatk gandakan pahalanya sampai Tujuh Puluh shalat tanpa siwak.
Tata cara wudhu berikutnya adalah, setelah bersiwak kalau bisa carilah tempat yang aman dari cipratan air yang mungkin air itu mutanajjis, atau bisa dengan menyingsingkan sarung / celana saja, kemudian bacalah:
بسم الله الرحمن الرحيم، رب أعوذ بك من همزات الشياطين وأعوذ بك رب بأن يحضرون.
(Bismillahir Rahmanir Rahim, Robbi A'udzu bika min Hamazatis Syayathini wa 'Adzu bika Robbi An Yakhdhurun)
" Dengan Asma Allah Al Rahman dan Al Rahim, wahai Tuhanku, aku berlindung dengan Engkau dari himpitan setan, dan aku berlindung dengan Engkau Tuhanku dengan kehadirannya (setan)"
Bacaan ini sengaja ditaruh dalam permulaan tata cara berwudhu, sebab menurut sebagian 'Ulama berkhasiyat untuk menyingkirkan was was atau keraguan akibat dari serangan setan, sekaligus bacaan pada awal tatacara berwudhu ini sebai upaya untuk selalu mengingat dan menyebut Asma Allah, agar cara berwudhu kita nanti sesuai dengan yang dimaksud:
من ذكر الله عند الوضوء طهر جسده كله فإن لم يذكر اسم الله لم يطهر منه إلا ما أصاب الماء
"Sesiapa yang berdzikir ketika berwudhu, maka bersihlah semua jasadnya, dan ketika tidak menyebut Asma Allah, maka tidak menjadi suci kecuali apa (Anggota badan) yang terkena Air"
Jika awwalnya telah diupayakan untuk selalu mengingat dan menyebut Asma Allah, maka diharapkan dalam memperagakan rukun rukun wudhu berikutnya juga selalu mengingat dan menyebut Allah.
Bersambung Insyaallah
Inilah Penjelasan Qurban 1 Kambing Untuk 1 Keluarga
Di dalam Mughnil Muhtaj juz 4 hal: 359 cetakan Daarul Fikr menjelaskan bahwa : “Dipandang dari hukum asalnya, kambing yang telah dite...
-
Di dalam Mughnil Muhtaj juz 4 hal: 359 cetakan Daarul Fikr menjelaskan bahwa : “Dipandang dari hukum asalnya, kambing yang telah dite...
-
Imam Syafi’I, rahimahullah, dengan kebesaran dan keagungannya duduk bersahabat dengan kaum sufi, lalu beliau ditanya: “Apa yang engkau dapa...
-
Nama kitab: Al-Kawkab Al-Azhar Syarah Al-Fiqhu Al-Akbar. Karya: Imam Abu Abdillah Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i. Masalah: Tauhid / ...






