Friday, February 3, 2012

DALIL BERTABARRUK [MENCARI BERKAH]


Kitab Hadits Shahih Muslim Karya Imam Muslim bin al Hajjaj (Imam Ahli hadits), dengan syarahnya karya Imam Yahya bin Syaraf an Nawawi, juz. 14 penerbit Darr Al-Fikr tahun 1983 M / 1403 H. Hal. 43-44

Berikut ini terjemahan yang diberi tanda garis bawah 
“Dia (Asma’ binti Abi Bakar ash-Shiddiq) mengeluarkan jubah –dengan motif– thayalisi dan kasrawani (semacam jubah kaisar) berkerah sutera yang kedua lobangnya tertutup. Asma’ berkata: “Ini adalah jubah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semula ia berada di tangan ‘Aisyah. Ketika ‘Aisyah wafat maka aku mengambilnya. Dahulu jubah ini dipakai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, oleh karenanya kita mencucinya agar diambil berkahnya sebagai obat bagi orang-orang yang sakit”. Dalam riwayat lain: “Kita mencuci (mencelupkan)-nya di air dan air tersebut menjadi obat bagi orang yang sakit di antara kita”.

Saturday, January 14, 2012

Membaca Basmalah

Seri Memahami Tradisi Orang-Orang NU
========================
Membaca Basmalah

Kalimat Basmalah adalah kalimat pertama kali yang diajarkan bagi setiap muslim. Tetapi apakah kalimat tersebut termasuk ayat dari surat al Fatihah atau tidak, itu terjadi perbincangan menarik bagi para ulama'. Atau, jika kita lihat surat-surat di dalam Al Qur'an itu kan jumlahnya ada 114 surat, dan kenapa semuanya memakai Basmalah, apakah ia juga termasuk ayat dalam surat itu? Atau, kenapa dalam surat Bara'ah pada juz 10 tidak memakai Basmalah?. Sungguh, semua ini merupakan bahan pembicaraan yang mengasikkah dan perlu disimak.

Para ulama' NU dalam hal ini telah memutuskan bahwa Basmalah termasuk ayat dari surat Al Fatihah, dengan bukti Al Fatihah yang disebut sebagai "Ayat Tujuh", dan Al Fatihah itu tujuh ayat jika Basmalah termasuk hitungan. Kalau tidak, berarti hanya enam ayat. Berkenaan dengan itu maka tidaklah sah bila seseorang shalat kemudian membaca surat Al Fatihah tanpa Basmalah.Sekali lagi, ini pendapat orang NU yang Syafi'iyah. Soal ada orang atau golongan lain yang berbeda pendapat, tentu sama-sama mempunyai dalil.

Dan ketika ada orang sholat dengan membaca Basmalah dapat dipastikan 100% bahwa orang tersebut adalah orang NU. Dalil-dalil yang dipakai adalah:

1. Dalil Pertama:

Basmalah adalah merupakan sebagian ayat dari Al Fatihah. Diriwayatkan, Rasulullah suatu ketika menghitung ayat al Fatihah dan jumlahnya ada 7 (tujuh) ayat, termasuk Basmalah (HR. Imam Bukhori)

{ lihat Mughni al-Muhtaj, Juz I, hlm 157 }

2. Dalil Kedua:

Para ulama telah sepakat bahwa Basmalah itu termasuk bagian dari ayat surat an Naml. Tetapi ulama berselisih tentang Basmalah yang terletak di awal surat-surat yang lain. Dalam hal ini ada 3 (tiga) madzhab yang masyhur. Kelompok pertama mengatakan Basmalah itu termasuk surat Al Fatihah, demikian juga Basmalah yang ada pada setiap surat-surat yang lain. Dengan demikian, membaca Basmalah disini menjadi wajib hukumnya sebagaimana hokum membaca al Fatihah, baik ketika dibaca pelan (sir) maupun keras (jahr). Pendapat kelompok ini dikuatkan hadits dari Nu'aim al Mujammar, ia mengatakan : saya sedang shalat di belakang Abi Hurairah, dan ia membaca Basmalah, lalu al Fatihah.

{lihat Fiqhus Sunnah karangan Sayyid Sabiq, Juz I, hlm 247}

3. Dalil Ketiga

Diantara pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik bahwa Basmalah tidak termasuk surat Al Fatihah karenanya tidak wajib dibaca. Akan tetapi, menurut Imam Syafi'I dan Imam Ibnu Hanbal Basmalah termasuk Al Fatihah karenanya harus dibaca keras. Hal ini disebabkan karena menurut madzhab Syafi'I bacaan Basmalah harus dibaca keras (jahr) bersamaan kerasnya Al Fatihah, juga Ahmad bin Hanbal, Basmalah dibaca pelan (sirr). Imam Malik berpendapat Basmalah sebaiknya ditinggalkan, dan Al Fatihah dimulai dengan Al Hamdu….

{ al Mizan lisy Sya'roni, Juz I, hlm 53 }


Wallahu A'lam Bish Showab
Sebarkan Salam...
— bersama Deni Fahmi Bakhtiar dan 63 lainnya di Salam Lintang Songo.

Pembajakan Kitab I'anatuth Thalibin



Peparing E' Illahi
Assalamu'alaikum. Wr. Wb.

MUQODDIMAH

Mengusik amalan seseorang Muslim dengan menukil pernyataan Ulama dari kitab Muktabar secara serampangan (mengguting-gunting kalimat) merupakan perbuatan keji dan sangat tidak berakhlak. Selain termasuk telah menyembunyikan kebenaran, juga termasuk telah memfitnah Ulama yang perkataannya telah mereka nukil, merendahkan kitab Ulama dan juga telah menipu kaum Muslimin. Dakwah mereka benar-benar penuh kepalsuan dan kebohongan. Mengatas namakan Madzhab Syafi’I untuk menjatuhkan amalan Tahlil, sungguh mereka keji juga dengki.

Monday, December 5, 2011

TAWASSUL DENGAN KUBURAN










Muhammad bin Abi Hatim menuturkan:

Saya pernah mendengar Abu Abdillah (imam bukhari ra) singgah di kediaman Abi Manshur Ghalib bin Jibril.

Abi Manshur Ghalib bin Jibril bercerita:
Imam Bukhari pernah singgah dirumahku beberapa hari dalam keadaan sakit parah sehingga beliau mengutus seseorang untuk segera pergi ke kota Samarkand (tempat imam bukhari tinggal) untuk menjemput beliau.
Setelah penjemput beliau telah datang dan segalanya telah siap dan untuk menuju kendaraannya, imam bukhari-pun memasang kedua khuff nya dan mengenakan surban nya, di saat beliau berjalan kira kira dapat satu-dua langkah saya membantu memegang lengannya dan seorang lagi bersamaku menuntun nya menuju tunggangannya untuk menaikinya, namun tiba tiba beliau berkata:

Saturday, December 3, 2011

Benarkah Maulid Barzanji, Burdah, dan Diba’i Syirik?


Maulid al-Burdah, al-Barzanji atau ad-Diba’i yang hampir setiap saat selalu di baca dan dilantunkan oleh sebagian warga di Indonesia kerap kali dinilai oleh orang-orang Wahhabi sebagai qashidah pujian terhadap Rasulullah yang ‘keblabasan’, karena di dalamnya tercatat ucapan-ucapan yang dinilai syirik terhadap Allah. Salah satu contohnya adalah qashidah sebagaimana berikut:

يَا مُجِيْرُ مِنَ السَّعِيْرِ فَأَغِثْنِي وَأَجِرْنِي

فِي مُلِمَّاتِ اْلأُمُوْرِ يَا غِيَاثِ يَا مَلاَذِ

“Wahai Rasulallah yang menyelamatkan dari Neraka Sa’ir, tolonglah aku dan selamatkanlah aku.
Wahai penolongku, wahai tempat berlindungku di dalam segala perkara-perkara yang sulit.”
Dua qashidah tersebut memberikan pengertian bahwa ad-Diba’i menyifati Rasulullah dengan sifat sebagai Mujir (penyelamat), Ghiyats (penolong) dan Maladz (tempat berlidung). Dan hal tersebut dianggap oleh mereka sebagai kata-kata yang menyekutukan Allah. Karena menurut mereka ketiga kata tersebut hanya layak di sematkan pada Allah dan bukan kepada makhluk.

DALIL MEMBACA USHALLI


Salah satu kerancuan yang dibuat oleh salafi untuk membodohi kaum awam adalah kerancuan tentang pelafadzan / menjaharkan niat dengan lisan. Adapun niat dalam sholat, maka mereka pun juga sepakat dgn kita yaitu tempatnya di dalam hati.

Friday, December 2, 2011

ISBAL





Menanggapi diskusi antara MA dan PCA (Inisial Akun di FB.red). Agar yang lain mendapat manfa'at, maka alangkah baiknya al-faqir tulis semua komntar al-faqir sndiri di sini, saat mengomentari status Muhammad Anshorulloh yg berdiskusi dengan Pecinta Ilmu Agama berkaitan masalah ikhtilaf ulama madzhab dan tentang Isbal atau tahthwilul akmam berikut :

Seperti yg dipahami ukhti PECINTA ILMU AGAMA (PCA) (Sebab saudaranya sedng belajar di Hadraamaut dan fbnya dia yg mnggunakannya), bahwa anda terkesan ingin memaksakan statemen bahwa para ulama syafi’iyyah menentang pendapat imam Syafi’i…saya tak akan panjang lebar membicarakan hal ikhtilaf antara ulama syafi’iyyah dan imam Syafi’I karena ini bukan sdang membicarakannya. Yg jelas para ulama berbeda pndapat sebenrnya hanya mentarjih bukan

Inilah Penjelasan Qurban 1 Kambing Untuk 1 Keluarga

Di dalam Mughnil Muhtaj juz 4 hal: 359 cetakan Daarul Fikr menjelaskan bahwa : “Dipandang dari hukum asalnya, kambing yang telah dite...